6 Penyebab Ikan Lele Mati di Kolam

6 Penyebab Ikan Lele Mati di Kolam - Apa kabar semuanya, semoga Pembaca sekalian kabarnya baik- baik saja tanpa ada satu kurang apapun. Langsung saja saya akan berbagi pengalaman mengenai penyebab lele ikan lele mati.

Beberapa waktu yang lalu saya mulai merintis usaha perikanan lele. Jenis lele yang saya budidaya adalah lele dumbo. Lele dumbo adalah jenis lele yang banyak dibudidayakan oleh petani lele di seluruh Indonesia. Selain itu ada jenis lele lain yang juga dikembangkan oleh petani lele yaitu lele Sangkuriang.

6 Penyebab Ikan Lele Mati di Kolam


Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara kedua jenis lele ini. Berdasarkan banyak informasi lele Sangkuriang adalah jenis lele yang lebih cepat besar ketimbang lele dumbo.

Namun karena ketersediaan benih lele, Saya memilih untuk membudidayakan benih lele dumbo. Di sini lele dumbo lebih mudah ditemukan Selain itu harga benih nya juga lebih murah.

Beberapa waktu yang lalu karena saya masih pemula di bidang budidaya lele, saya kewalahan karena lele yang saya masukkan ke dalam kolam banyak yang mati. Untuk informasi dalam mengembangkan budidaya lele ini saya memanfaatkan media kolam terpal. Terpal dipilih mudah dibuat, biaya pembuatan murah, dan pastinya mudah dalam hal pemeliharaan kolam terpal.

Sebagai peternak lele pemula saya ini masih minim pengalaman. Ini membuat saya banyak bertanya kesana kesini untuk mendapatkan informasi tentang cara beternak lele yang baik.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang penyebab mengapa lele mati ketika dimasukkan setelah dimasukkan ke dalam kolam.


1. Lele mati karena pH air yang tidak sesuai
Berdasarkan informasi yang didapatkan jika berternak lele tingkat keasaman air harus sesuai kebutuhan ikan lele. Air yang terlalu asam menyebabkan lele mati.

Jika budidaya lele dilakukan pada kolam tanah gambut maka ini akan menyebabkan lele banyak yang mati karena tingkat keasaman tanah gambut lebih tinggi daripada tanah pada umumnya.

Namun ada trik yang bisa dilakukan yaitu dengan memasukkan semacam zat yang bisa mengurangi tingkat keasaman tanah atau keasaman air di tanah gambut.

Saya lupa namanya apa tapi biasanya zat ini sering dipakai oleh petani sawit untuk kadar keasaman tanah gambut.

2. Ikan lele mati disebabkan oleh air hujan
Bagi pembudidaya lele air hujan merupakan ancaman karena hujan yang terlalu deras akan menyebabkan banyak debit air kolam meningkat. Kandungan air hujan yang terlalu banyak di dalam kolam akan menyebabkan pH air tidak stabil.

Berdasarkan informasi air hujan memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga akan berbahaya bagi ikan lele. Kasusnya sama seperti dengan air kolam di tanah gambut sama-sama asam yang dapat menyebabkan banyak ikan lele yang mati.

Untuk mengatasi ini kita bisa membuat kolam yang berukuran kecil sehingga lebih mudah ditutup menggunakan dedaunan atau atap untuk menutupi kolam agar tidak banyak air hujan yang masuk ke dalam kolam.

3. Lele mati karena stress
Bibit lele benih lele yang dibawa dari tempat yang jauh tentunya membutuhkan waktu perjalanan. Selama di perjalanan biasanya akan terjadi guncangan. Ini akan menyebabkan lele mati stres, mabuk kemudian mati.

Beberapa waktu yang lalu saya membeli bibit lele tempatnya cukup jauh sehingga membutuhkan perjalanan sekitar 1 jam. Setelah sampai di rumah saya langsung memasukkan ikan ke dalam kolam. Pada hari berikutnya kolam ikan lele di kolam ada yang mati karena stres atau mabuk di perjalanan. Jumlah lele yang mati lumayan banyak, sekitar 20 ekor.

4. Air kolam yang terlalu jernih
Ternyata air kolam yang terlalu jernih akan menyebabkan ikan lele malas untuk bergerak. Air Yang Jernih menyebabkan ikan hanya diam di dasar kolam. Keadaan ini akan menyebabkan lele tidak aktif bergerak.

Ikan lele yang tidak aktif bergerak akan berbahaya bagi lele itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa lele adalah hewan yang memakan sesama lele. Yupz yang lele termasuk hewan kanibal yang memakan sesama jenis.

Untuk itu ada baiknya lele ditempatkan di kolam yang airnya keruh. Jika airnya jernih maka bisa ditambahkan dengan sedikit tanah agar airnya keruh. Di air keruh lele cenderung lebih aktif bergerak kesana kemari dan naik turun ke permukaan air.

5. Lele mati karena keracunan
Ternyata meskipun ikan lele ini bisa hidup di air yang kotor namun ikan lele juga bisa keracunan. Ikan lele keracunan bisa disebabkan oleh air yang tercemar, bisa pula disebabkan oleh sisa pakan ikan lele yang tidak dihabiskan.

Selain itu ada jenis tumbuhan yang ternyata apabila daunnya masuk ke dalam kolam bisa menyebabkan ikan lele keracunan. Daun yang bisa menyebabkan lele keracunan adalah daun pohon akasia.

Untuk itu sebelum memasukkan ikan lele ke dalam kolam pastikan bahwa air tidak tercemar, pastikan pula pula makanan yang diberikan kepada lele habis dimakan.

6. Lele mati disebabkan oleh kuman di kolam
Pada hakekatnya bakteri itu ada yang baik ada pula bakteri yang jahat. Bakteri yang jahat adalah bakteri yang berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan lele di kolam untuk beberapa waktu ke depan. Selain itu ada ancaman lain yaitu jamur.

Jamur dan bakteri bisa berbahaya bagi ikan lele. Untuk itu ada baiknya kita memastikan bahwa kolam aman dari kuman kuman ini, karena kuman ini akan menjadi sumber penyakit bagi lele. Untuk antisipasi sediakan obat untuk mengatasi kuman di kolam. Informasinya silahkan cari sendiri ya hehe.

7. Lele mati karena di makan oleh lele yang lain
Beberapa waktu yang lalu ketika memeriksa kolam saya melihat ada lele yang badanya digigit oleh ikan lele lain. Jika ada satu saja luka ditubuh lele, ini akan mengundang lele lain untuk menggigit temannya sendiri. Lele ini adalah ikan yang asli teman makan teman.

Pernah juga saya menemukan punggung ikan lele yang sudah berlubang atau bolong-bolong karena digigit oleh lele yang lain. Intinya begitu.

Kesimpulannya
Dalam budidaya ikan lele ada risiko yang harus dihadapi. Risikonya adalah beberapa yang disebutkan diatas, ada lele mati dan lele dimakan oleh temannya sendiri. Kita perlu mengantisipasi semua kemungkinan yang akam dihadapi selama budidaya lele.

Sumber informasi dalam artikel kali ini adalah Pak Buang di Dayun, Siak, Riau. Beliau sudah bertahun-tahun berpengalaman dalam budidaya benih lele. Informasi yang saya dapatkan dari beliau saya bagikan disini.

Semoga informasinya bermanfaat ya. Share juga kalau punya pengalaman budidaya lele..

&&